Selasa, 08 Mei 2012

Rekayasa perangkat lunak

Rekayasa perangkat lunak (RPL, atau dalam bahasa Inggris: Software Engineering atau SE) adalah satu bidang profesi yang mendalami cara-cara pengembangan perangkat lunak termasuk pembuatan, pemeliharaan, manajemen organisasi pengembanganan perangkat lunak dan manajemen kualitas.
IEEE Computer Society mendefinisikan rekayasa perangkat lunak sebagai penerapan suatu pendekatan yang sistematis, disiplin dan terkuantifikasi atas pengembangan, penggunaan dan pemeliharaan perangkat lunak, serta studi atas pendekatan-pendekatan ini, yaitu penerapan pendekatan engineering atas perangkat lunak
rekayasa perangkat lunak adalah pengubahan perangkat lunak itu sendiri guna mengembangkan, memelihara, dan membangun kembali dengan menggunakan prinsip reakayasa untuk menghasilkan perangkat lunak yang dapat bekerja lebih efisien dan efektif untuk pengguna.
kriteria yang dapat digunakan sebagai acuan dalam merekayasa perangkat lunak:
1. dapat terus dirawat dan dipelihara(maintainability)
2. dapat mengikuti perkembangan teknologi(dependability)
3. dapat mengikuti keinginan pengguna(robust)
4. efektif dan efisien dalam menggunakan energi dan penggunaannya
5. dapat memenuhi kebutuhan yang diinginkan(usability)

SOFTWARE ENGINEER
Seorang software engineer adalah orang yang menerapkan prinsip-prinsip rekayasa perangkat lunak dalam mendesain, pengembangan, pengujian, dan evaluasi perangkat lunak dan sistem yang membuat komputer atau apapun yang berisi perangkat lunak. Sebelum pertengahan tahun 1990-an, sebagian besar praktisi perangkat lunak menyebut dirinya programmer atau software developer, tanpa memandang pekerjaan yang sebenarnya. Banyak orang lebih suka menyebut dirinya pemrogrammer dan software developer, karena dapat diterima secara luas, sementara istilah software engineer masih dalam perdebatan.
 Istilah programmer sering digunakan sebagai istilah yg merujuk kepada mereka yang tidak memiliki tools, keterampilan, pendidikan, atau etika untuk membangun perangkat lunak yang berkualitas baik. Akibatnya, banyak praktisi menyebut diri sendiri sebagai software engineer untuk melepaskan diri dari stigma yang melekat pada kata programmer. Di banyak perusahaan, untuk berbagai kategori programmer, nama jabatan programmer atau software developer telah diubah menjadi software engineer. Istilah tersebut menimbulkan kebingungan, karena ada beberapa penolakan, dengan argumentasi bahwa semua orang pada dasarnya melakukan hal yang sama dengan perangkat lunak, sedangkan yang lain menggunakan istilah untuk membuat sebuah perbedaan, dengan argumentasi bahwa pekerjaan tersebut benar-benar berbeda.
Sebuah Seni Pada tahun 2004, Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat sebanyak 760.840 software engineer memegang pekerjaan di Amerika Serikat, pada waktu yang sama terdapat 1,4 juta praktisi yang bekerja diberbagai bidang. Tabel software engineer digunakan secara luas dalam dunia usaha. Sangat sedikit dari para software engineer terlatih yang mneyandang gelar Engineer dari perguruan tinggi terkemuka. Bahkan, menurut Asosiasi untuk Mesin Komputasi, “sebagian besar software engineer di Amerika bukanlah lulusan Software Engineering tetapi Computer Science“. Aturan Klasifikasi Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat menggolongkan Insinyur perangkat lunak komputer sebagai subkategori dari “ahli komputer”, bersama dengan pekerjaan seperti ilmuwan komputer, pemrogram, dan administrator jaringan. Inggris telah melihat adanya penyesuaian antara Profesi Teknologi Informasi dan Profesi-profesi perkeyasaan. Sebagian wilayah Amerika Serikat mengatur penggunaan istilah-istilah seperti “Computer Engineer”, bahkan “Software Engineer”. Diantaranta adalah Texas dan Florida. Texas bahkan telah melakukannya lebih jauh, yaitu dengan melarang siapapun menulis program tanpa lisensi engineer. Pendidikan Sekitar sebagian dari semua praktisi saat ini memeiliki kualifikasi di bidang Ilmu Komputer. Sementara sebagian kecil, dan terus berkembang, diantara mereka meraih kualifikasi software engineering. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar